Jumat, 30 Oktober 2009

Diam Menghitam


Diam

Terduduk sendiri

Mata terbuka. Kosong

Seluruh penyusun tubuh diam

Tak bekerja. Mati

Layaknya orang buta

Melihat semut hitam

Diatas batu hitam

Saat malam kian kelam

Itu adalah aku

Aku yang membayangkan

Jika kau pergi dari hidupku

_d’uledth.110809_

Kamis, 22 Oktober 2009

Tujuh Belas Harapan


Satu tahun lalu ku tutup rapat

Satu tahun lalu ku obati

Selama satu tahun ku bangun ia kembali

Lebih kokoh

Lebih kuat

Agar takkan ada lagi yang bisa merobohkannya lagi

Dan satu tahun yang lalu pula ku panjatkan doa

Agar di usia ku yang ke tujuh belas

Ku kan temukan seorang anak manusia

Yang kan membawaku pada satu kata

Satu ikatan

Satu keyakinan

Pada satu keseriusan

Lalu apa sekarang?

Ku temukan kau setahun kemudian

Penuh luka, penuh derita

Penuh amarah

Ku ambil air dari telaga hati ku yang terdalam

Ku basahi hatimu yang kekeringan

Ku sejukkan pikiranmu dengan tiupan cinta

Dan ku obati lukamu dengan cintaku

Ku simak cerita demi cerita yang kau dongengkan

Ku komentari setiap tindakan yang menurutku salah

Lalu ku bangun tiang-tiang kokoh dihatimu

Agar kau dapat berdiri kokoh seperti sediakala

Hingga kau pun pulih dan membalas semuanya

Kau katakan bahwa kau bagian hatiku yang hilang dulu

Bahwa kau penjaga hatiku

Bahwa kau manusia yang ku cari itu

Dan siap memberiku jiwa dan ragamu

_d’uledth.090809_

Rabu, 21 Oktober 2009

Teori Imajinasi Itu Bukan Untukku


Mungkin aku memang pandai merangkai kata-kata
Yang menjadikannya bait-bait cinta
Atau imajinasi yang tak nyata
Yang ku tuang dalam ruang yang berbeda
Sisanya, semua adalah kelemahanku
Tangisku, kisahku, sakitku
Takkan berarti jika hanya melihat semua itu
Cinta itu bukan untuk yang sakit
Tapi teori itu rupanya tak berlaku untukku
Setelah kau tutupi segala kekuranganku dengan senja di sore hari
Dengan mutiara hati seindah batu permata
Yang menjadikan aku ada
Yang menjadikan aku bermakna
Dan yang menjadikan aku sempurna

Kau Kekuatan Ku


Ketika tubuhku lemah
Ketika cairan penyusun tubuhku berhamburan keluar
Jangan biarkan air membasahi mata indahmu
Jangan biarkan isak tangismu mengumandang di otakku
Genggam saja tanganku erat
Kuatkan aku agar ku dapat bertahan
Karena sesungguhnya senyummu adalah kekuatanku
Karena sesungguhnya semangatmu adalah penyembuhku
Kuatkanlah aku saat nafasku mulai berat
Jangan tinggalkan aku saat detak jantungku mulai lemah
Hingga ku merasa kuat tuk meninggalkan dirimu sendiri disini...

Jumat, 09 Oktober 2009

Hujan


Aku menangis dalam diam

Sepi. Sunyi. Tak mau bicara

Biar saja kesedihan yang kan menjawab

Saat aku menangis

Bukan maksudku lari darimu

Tapi sungguh aku hanya menginginkan

Kau menarikku kepelukanmu

Dan memintaku untuk kembali

Bukan pula maksudku tuk membencimu

Aku hanya ingin mendengar suaramu

Saat kau bilang aku manis saat memarahimu

Tapi kau salah artikan maksudku

Kau salah membaca pikiranku

Hingga kau biarkan hati ini menangis

Berteriak

Namun kau berusaha untuk tak mendengarnya

Jika malam ini hujan

Ku kan tetap diluar sana

Berlari

Berteriak

Takkan ada yang tahu

Karena ia kan meredam

Segala kesedihan akan tangisku

Dan ia kan menyamarkan

Buliran air mata yang berlinang

_d’uledth.020809_



Sepenggal cinta untuk cinta


Pada awalnya, cinta

Yang mempertemukan ku dengan mu.

Pada awalnya, cinta

Yang menjadikan pertemuan menjadi persahabatan.

Pada awalnya, cinta

Kau ingin aku memanggil kakak.

Pada awalnya, cinta

Yang kini tlah menyatukan hati kita.

Hingga akhirnya, cinta

Kau kan miliki aku selamanya.

_d’uledth.240909_

Daftar Isi

 

de uledth llyzious Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez